Laman

Ads

Jumat, 04 April 2014

Dagang = Monopoly juga


Setelah menuliskan postingan saya yang berjudul Dagang = Perang Harga maka saya sekarang menulis tentang Dagang = Monopoly juga... hehehhe Sambungannya gitu

Pernah denger nggak pedagang yang bilang, "Dulu mas saya dapat untung banyak, tapi sekarang pendapatan saya merosot.. " Tanpa sadar pedagang tersebut mempunyai saingan seabrek di sekelilingnya..
Atau sadar gk sih, kenapa mobil Indonesia gk pernah diperjualbelikan secara bebas?? Padahal body, sparepart kebanyakan sudah kita bisa buat di dalam negeri tercinta ini.



Yaitu karena kita belum bisa bebas dari usaha monopoly dari perusahaan mobil luar negeri. Semoga ke depannya

Atau cerita pengamen yang mengusir pengamen lainnya?? atau pengalaman pribadi saya, dimana waktu itu supir bus meneriaki supir bus lainnya yang bukan jalurnya. Dengan nada tinggi menandakan kemarahan dia kepada supir lain tersebut.

Yah itu lah tanpa sadar kita memang sebagai pedagang membutuhkan yang namanya MONOPOLY untuk menjaga supaya dagang kita tetap survive ke depannya. Namun saya disini menganjurkan proses monopoly tersebut dengan cara yang baik.

Misal seperti yang dilakukan Bill Gates yg telah lama berhasil mendominasi OS seluruh dunia di genggamannya tanpa bermain kasar kepada pesaingnya..

Kita bisa memonopoly usaha dagang kita dengan cara yakni:
1. Mengurus Hak paten,
 Dengan hal ini kita bisa mencegah orang lain meniru niru usaha dagang kita. Walaupun ada kita bisa menghentikannya dengan cara meminta ganti rugi kepada sang penjiplak melalui jalur hukum.

2.Berusaha survive dari seleksi alam
"Dari 10 usaha dalam tahun pertama, 9 usaha akan mengalami kegagalan.
Dari 10 usaha yang berhasil bertahan dalam  tahun pertama, 9 usaha akan mengalami kegagalan."
itu lah pernyataan Robert Kiyosaki yang saya sadur. Dengan kata lain dengan bertahan dari seleksi alam maka dengan sendirinya akan terjadi monopoly dalam dunia bisnis kita. Tapi hal ini tidak semudah kata-kata yang tertera dalam postingan ini, kerja keras tetap dibutuhkan di dalamnya.

Itu jg dilakukan keluarga saya.Monopoly secara baik, yakni menjual lele di desa, yang alhamdulilah gk ada yang bisa menyaingi bisnis keluarga kami. Kami penjual satu satunya dan terbesar ikan lele di desa kami.. hehehehe.... Alhamdulilah.

Yang kami lakukan adalah cara yang kedua, kami berusaha bertahan selama ini. Dulu ada beberapa tetangga yang berusaha untuk menyaingi kami. Tp alhamdullah dengan sendirinya mereka pupus dengan sendirinya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar